widget

Sabtu, 22 November 2014

nothing impossible - Ciri-Ciri Teman Yang Akan Menghancurkan Hubungan Cinta Anda


Ciri-Ciri Teman Yang Akan Menghancurkan Hubungan Cinta Anda
NOTHING IMPOSSIBLE
BELIEVE IT OR NOT - Teman Anda mungkin merasa cemburu dan iri dengan hubungan cinta Anda. Kini, tanpa Anda sadari, ia memiliki niat terselubung untuk merusak hubungan Anda. Ingat, terkadang teman bisa memainkan peran penting pada berakhirnya kisah cinta Anda.

Berikut adalah 5 Ciri-Ciri Teman Yang Akan Menghancurkan Hubungan Cinta Anda, seperti kutip dari Lovepanky.

1. Merendahkan pacar Anda
Teman-teman Anda mengatakan bahwa pacar Anda memiliki banyak kekurangan, sehingga Anda mulai bertanya-tanya pada diri sendiri apakah Anda telah membuat pilihan yang salah. Dan ketika Anda mulai memikirkan perkataan mereka, mental Anda dengan mudah dijatuhkan.

2. Teman-teman Anda selalu minta diperhatikan
Mereka terus-menerus mengekor pada Anda dan mengatakan bahwa Anda lupa pada mereka, terutama jika Anda sering kencan dengan pacar Anda. Anda memang tak boleh melupakan teman Anda, namun teman yang baik tidak akan menuntut hal seperti itu.

3. Teman yang membuat Anda mengabaikan kekasih Anda
Ketika Anda keluar dengan kekasih dan teman-teman Anda, mereka terus-menerus mencoba untuk membuat Anda sibuk atau mencoba untuk membagi fokus Anda pada percakapan yang terpisah. Akibatnya, pacar Anda merasa diacuhkan dan tidak nyaman.

4. Mereka tidak menghormati pasangan Anda
Apakah Anda merasa bahwa teman-teman Anda telah mengabaikan kekasih baru Anda atau memperlakukannya dengan tidak hormat? Jika Anda merasakan demikian, kemungkinan besar, insting Anda mengatakan hal yang benar.

5. Teman-teman Anda berbicara buruk tentang Anda
Mereka yang tidak suka dengan hubungan Anda mungkin mencoba untuk selalu menjelek-jelekkan Anda di hadapan pacar Anda. Teman-teman Anda bahkan ingin membuat Anda terlihat buruk di mata pasangan baru Anda.

Di atas adalah 5 Ciri-Ciri Teman Yang Akan Menghancurkan Hubungan Cinta Anda. Kadang cinta memang buta, sehingga Anda butuh teman untuk menyadarkan Anda ke dunia nyata. Namun, pastikan Anda telah mengenal teman Anda dengan baik. Jangan sampai hanya karena teman yang tidak baik, Anda akhirnya kehilangan cinta Anda.

kisah inspiratif - Siapa Yang Bisa Nahan Air Mata, Jika Baca Kisah Berikut ini


Siapa Yang Bisa Nahan Air Mata, Jika Baca Kisah Berikut ini
KISAH INSPIRATIF
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.

Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.

Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut danâ?¦.. di sanalah sumber â??masalahâ??nya â?¦ sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ohâ?¦Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

â??Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mieâ??nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah â?¦ â??

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, â??Aku minta maaf, ayahâ??.

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara â??pertunjukan bakatâ?? yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : â??Maaf, ayahâ??. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : â??Surat-surat itu untuk ibuâ?¦..â??. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. â?¦. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: â??Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?â?? Jawaban anakku itu : â??Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligusâ??. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.

Aku bilang pada anakku, â??Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapiâ?¦. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur â??ibu sayangâ??, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara â??Pertunjukan Bakatâ?? di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku

Note : Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri/pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.


Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.



Jumat, 21 November 2014

Believe it or not - Jahe Bermanfaat Menyembuhkan Segala Penyakit


Jahe Bermanfaat Menyembuhkan Segala Penyakit
BELIEVE IT OR NOT
Jahe umum dipakai juga sebagai bumbu masakan. Saat ini, beberapa ilmuwan temukan manfaat jahe juga sebagai ramuan manjur penyembuh semua penyakit.

Jahe kerap jadikan minuman hangat, yang dimaksud wedang jahe. Sesudah minum itu, perut merasa hangat serta nyaman. Lantas, apa sih manfaat dari jahe? Simak penjelasan perihal delapan manfaat jahe untuk kesehatan, seperti ditulis Healthdiaries.

1. Penyembuhan kanker ovarium

Jahe bisa jadi senjata ampuh dalam penyembuhan kanker ovarium. Suatu studi yang dikerjakan di Kampus Michigan temukan bubuk jahe dapat menginduksi kematian sel di seluruhnya sel kanker ovarium.

2. Menghindar kanker kolon

Suatu studi di Kampus Minnesota temukan jahe bisa memperlambat perkembangan sel kanker kolorektal.

3. Morning sickness

Hasil tinjauan dari sebagian riset menyimpulkan jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam penyembuhan morning sickness.

4. Kurangi nyeri serta peradangan

Suatu studi temukan jahe mempunyai karakter anti-inflamasi serta obat pembasmi rasa sakit alami yang kuat.

5. Mulas

Jahe sudah lama dipakai juga sebagai obat mulas alami. Anda dapat mencampurkannya ke secangkir teh hangat serta meminumnya.

6. Menghindar pilek serta flu

Jahe dapat dipakai juga sebagai penyembuhan alami untuk pilek serta flu. Sebagian orang juga menggunakan jahe untuk mengobati flu perut atau keracunan makanan.

7. Migrain


Hasil riset tunjukkan jahe bisa mengobati migrain. Itu karena jahe dapat hentikan prostaglandin dari rasa sakit serta peradangan dalam pembuluh darah.

8. Kram menstruasi

Dalam penyembuhan Cina, jahe, teh, serta gula merah dipakai dalam penyembuhan kram menstruasi. Campur seluruhnya bahan serta minum waktu haid.

Saat ini Anda sudah mengetahui manfaat jahe, bukan? Baiknya, batasi mengkonsumsi jahe instan dalam sachet. Tentukan jahe fresh serta buat jadi minuman hangat.


SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 20 November 2014

nothing imposible - 6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!


NOTHING IMPOSSIBLE - Masa kanak-kanak bisa jadi masa paling indah dalam hidup. Bermain boneka, berenang, kejar-kejaran, bersepeda; banyak hal yang membuat kita berbahagia dengan cara yang sederhana.

Sayangnya, tumbuh dan beranjak dewasa menjadikan kita lupa pada kebaikan-kebaikan di masa kecil. Sifat jujur, perilaku aktif, sikap ceria, hingga tak mau membebani diri sendiri adalah beberapa diantaranya. Nah, demi hidup yang lebih baik di masa sekarang, mari mengingat kembali kenangan masa kecil dan kembalikan hal-hal baik yang pernah kamu punya!

1. Anak-Anak Punya Karakter Polos, Mereka Terbiasa Jujur Pada Diri Sendiri


6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Mereka bisa merengek minta dibelikan es krim atau menangis karena iri melihat mainan milik teman. Bagaimanapun, anak-anak adalah makhluk paling jujur di muka bumi ini. Belum tahu mana yang pantas dan tak pantas dikatakan justru menjadikan mereka jujur dengan perasaan sendiri.


Sifat inilah yang seakan luntur ketika kita mulai bertambah usia. Belajar menjaga lisan agar tak menyakiti orang lain malah membuat kita lalai. Kita terlalu memikirkan penilaian dan perasaan orang lain sehingga abai pada diri sendiri. Bahkan, kita memilih berpura-pura demi terlihat baik atau sempurna di mata orang lain. Tapi, tunggu! Apakah kamu bisa hidup bahagia dalam kepura-puraan?


2. Mereka Punya Gairah dan Semangat untuk Menikmati Hidup

6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Berenang, bermain sepak bola, bersepeda, main kejar-kejaran; banyak hal yang bisa anak-anak lakukan mengisi jatah waktu bermain mereka. Yup, anak-anak memang cenderung aktif melakukan hal-hal yang mereka suka. Memilih mengabaikan rasa lelah, anak-anak selalu punya semangat dan gairah pada dunia yang sedang mereka nikmati.

Di usia muda, kita selayaknya juga melakukan hal yang sama, ‘kan? Belajar, bekerja, bergaul, mencoba hal-hal baru; banyak hal yang sayang jika dilewatkan dengan malas-malasan. Yakinlah bahwa setiap detik dalam hidupmu itu berharga sehingga kamu selalu punya alasan untuk bangun pagi dengan semangat baru setiap harinya.

3. Bagi Mereka, Bahagia Tak Hanya Ditentukan Oleh Materi!


6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Anak-anak suka berbagai jenis mainan; boneka, robot, mobil-mobilan, kelereng, hingga karet gelang. Mereka akan sibuk dengan mainan-mainan itu tanpa merasa perlu membandingkan harganya. Bukan berarti mainan yang lebih mahal bisa membuat mereka lebih bahagia, ‘kan?

Hal ini tentu jauh berbeda dengan yang kita alami setelah dewasa. Persoalan materi menjadi salah satu yang penting untuk dibahas. Berapa gajimu, tunjangan apa saja yang kamu peroleh, baju merek apa yang kamu pakai, hingga restoran mana saja yang pernah kamu kunjungi. Yang jelas, realita memang menuntut orang dewasa untuk berpikir pragmatis.


Padahal, masih banyak kebaikan-kebaikan kecil yang jauh lebih mulia daripada materi. Saat ibumu berulang tahun misalnya, tentu lebih baik memeluk dan mengecup keningnya secara langsung, daripada sekadar mengirim kado mahal, ‘kan?

4. Anak-Anak Tak Pernah Repot Membebani Diri Sendiri

6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Karakter polos dan lugu membuat anak-anak menjalani hidupnya dengan santai. Ketika berharap malam cepat berganti pagi, mereka hanya membayangkan momen bermain dan jajan saat jam istirahat di sekolah. Tak terlintas pikiran untuk giat belajar demi pekerjaan mentereng dan gaji yang fantastis di masa depan.


Namun, ketika dewasa, kita cenderung sibuk memikirkan target dan pencapaian dalam hidup. Kadang, keinginan yang berubah menjadi obsesi membuat kita “buta”. Kita terlalu fokus pada tujuan sehingga tak bisa pintar-pintar menikmati proses menuju sukses yang sedang dijalani.

5. Mereka Tidak Takut Dianggap Aneh Saat Melakukan Sesuatu Dengan Cara yang Paling Nyaman Bagi Diri Sendiri


6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Selain polos dan jujur, karakter anak-anak juga terbilang unik. Biasanya, mereka enggan didikte dan lebih suka melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri. Jika makan sepiring spageti dengan garpu itu terlalu rumit, mereka tak segan makan dengan tangan. Meskipun mendapat kritik atas sikap tersebut, mereka memilih cuek dan sekadar memuaskan perut yang lapar.


Baik bagi anak-anak tentu tak selalu baik bagi orang dewasa. Kita tentu harus berpikir dan mempertimbangkan setiap sikap atau pilihan yang kita ambil. Apakah yang kita lakukan akan merugikan diri sendiri, ataukah bisa merugikan orang lain? Tapi, setidaknya kita bisa mantap dengan pilihan yang kita ambil meskipun pilihan itu dianggap buruk atau aneh sekalipun oleh orang lain.

6. Anak-Anak Justru Tahu Bagaimana Cara Menjaga Hubungan yang Mesra Dengan Kedua Orang Tua

6 Hal Baik Dari Masa Kanak-Kanak yang Seharusnya Kamu Pertahankan Hingga Sekarang!
NOTHING IMPOSSIBLE
Dulu, kamu menangis jika tak bisa melihat ibumu dari jendela kelas di hari pertama masuk TK. Kamu pun akan menangis saat ayah pergi keluar rumah tanpa mengajakmu ikut serta. Ya, saat masih kanak-kanak, kedekatan dengan orang tua memang terasa begitu erat.

Sayangnya, hubungan dengan orang tuamu tak lagi sedekat itu setelah dewasa, ‘kan? Urusan kuliah, pekerjaan, hubungan dengan pasangan; banyak hal yang membuatmu tak lagi menyisakan banyak waktu untuk keluarga, khususnya kedua orang tuamu. Kamu sibuk tanpa menyadari bahwa waktu tak akan pernah bisa diputar ulang. Tak ada pilihan, selain bijaksana memanfaatkan waktumu demi orang-orang yang kamu sayangi.


Bagaimanapun, kita tak punya kuasa untuk kembali ke masa lalu. Tapi, mengenang masa kanak-kanak bisa jadi momen refleksi yang menjadikan hidup kita lebih baik di masa sekarang dan masa depan.

Selasa, 18 November 2014

kisah inspiratif - Nia dan Ayah Sayang Mama


Nia dan Ayah Sayang Mama
KISAH INSPIRATIF
Penyesalan itu kian lama kian menghantui pikiran Anastia.Tidak ada beban begitu berat yang dapat melebihi penyesalannya bersuami dengan Asna.Setelah sepuluh tahun pernikahan dan mempunyai seorang anak yang cantik jelita bernama Nia tidak juga membuat penyesalan Anastia kunjung reda.

Anastia merupakan anak seorang bisnisman dikotanya.Dengan penampilan fisiknya yang cantik luar biasa, Anastia dapat memperoleh tipe pria idaman yang dia impikan.Selama SMP maupun SMA telah banyak laki-laki yang berusaha menggaet hatinya.Dan hanya tipe-tipe tertentu saja yang berhasil menjadi kekasih seorang Anastia. Dengan ciri-ciri layaknya orang kota Anastia memilih laki-laki yang tampan dengan mobilnya yang keren dan hartanya yang banyak. Setiap harinya dalam hidup Anastia selalu dikelilingi dengan apa yang namanya kemewahan.

Beda halnya dengan Asna yang adalah seorang anak petani yang tergolong keluarga ekonomi kelas bawah. Lahir dan besar di desa kecil yang kemudian pergi ke kota untuk menuntut ilmu di SMP dan SMA yang membiayai seluruh biaya pendidikannya, karena Asna tergolong orang yang pandai. Kesederhanaan itulah yang menjadi jalan hidup Asna, kelaparan merupakan teman sehari-harinya, “ra sah aeng-aeng (tidak usah macam-macam)” itulah yang menjadi moto hidupnya.Hanya melakukan yang terbaik untuk memperoleh hasil yang baik itulah yang dia lakukan.Kulit hitamnya menandakan darimana dia berasal dan juga penampilannya yang sederhana sering menjadi buah bisikan anak-anak lainnya di sekolah.Kelebihan Asna disamping kepandaiannya adalah kemampuannya memainkan alat musik. Satu kesamaan saja yang sama dengan Anastia yaitu sekolah SMP dan SMA yang jadi satu dimana Anastia menimba ilmu.

Asna untuk mendapatkan uang sehari-harinya untuk makan tanpa sengaja bekerja pada ayah Anastia sebagai pengantar barang bisnis.Begitulah selama SMP dan SMA Asna bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.Kejujuran dan kerja kerasnya menimbulkan rasa senang dari ayah Anastia.

Hingga akhirnya entah mengapa dan bagaimana Asna pun akhirnya juga memendam rasa pada Anastia anak majikannya.Selama itu Asna sering mencuri pandang kala dia datang ke rumah Anastia.

Ketika lulus SMA Asna dikuliahkan oleh ayah Asnatia karena kejujuran dan kerja kerasnya selama ini. Hingga Asna akhirnya dapat lulus dengan gelar sarjana ekonomi. Setelah lulusdia tetap bekerja pada ayah Anastia. Lambat laun perasaan Asna pada Anastia diketahui oleh ayah Anastia dan ternyata sang ayah memang berniat untuk menjodohkan mereka berdua.

Demi mendengar hal tersebut Anastia marah luar biasa.Dia tidak mungkin untuk menikahi seorang Asna yang merupakan gembel buah olokan selama menjadi teman satu sekolah sewaktu SMP dan SMA. Dia mencari segala cara untuk melarikan diri dari pernikahan walau akhirnya dia gagal dan tetap harus menikah dengan Asna yang mencintainya.

Masa pernikahan pun berlalu.Selang dua tahun dengan segala keterpaksaannya Anastia akhirnya mau memberikan seorang putri bagi Asna. Anak tersebut diberi nama Nia. Walaupun sudah memiliki suami dan anak Anastia tetap menjalani kehidupan seperti biasanya kala dia belum menikah dengan Asna.Semua urusan, keperluan keluarga sampai anak semua diurusi oleh Asna seorang diri.Hingga suatu malam:

“ Tia mau kemana sayang malam-malam begini?” Sapa dan tanya Asna kepada Anastia dengan nada lembutnya yang khas.

“Bukan urusanmu, dan jangan pernah memanggil sayang. Karena aku tidak pernah mencintaimu” Jawabnya dengan nada tinggi di depan meja rias.

“Tia setidaknya berilah sedikit perhatian pada anak kita, karena saat ini yang paling anak kita butuhkan adalah belaian seorang ibu, dan itu kamu”.

“Dia anakmu dan bukan anakku, kamulah yang berbuat dan ini bukan keinginanku, jadi urusi semua sendiri!”

Begitulah tiap malam Anastia selalu pergi seperti sediakala saat masih seorang gadis.

Tangis Nia tiap melihat kepergian ibunya baik siang maupun malam hari tidak juga meluluhkan hati Anastia yang masih hidup dalam kemarahannya karena dijodohkan dengan seorang Asna.

Hingga suatu malam Anastia mendapat kecelakaan yang membuat kedua matanya buta.Selama enam hari dia menginap di rumah sakit dengan kepala diperban menutupi matanya.Dia mengomel-ngomel selama di rumah sakit dan membuat dokter dan perawat disitu merasa gusar.Ketika suami dan datang dia lebih marah lagi.

“Ini semua gara-gara kamu tahu?”Gertak Anastia sembari duduk di kasur rumah sakit.

“Seandainya aku tidak menikah dengan kamu maka aku sudah hidup bahagia dan tidak perlu menderita seperti ini.Sekarang aku buta, kamu puas? Aku tidak bisa lagi pergi kemana-mana lagi, dan semua temanku pasti akan menghinaku, kenapa kamu lakukan itu? Aku ingin melihat lagi aku tidak mau tahu, kamu harus mencari mata, karena hanya dengan itu aku bisa hidup bahagia.”

“Mama, sudah dong ma kasihan papa” isak Nia.

“Jangan panggil mama, aku tidak mau menganggapmu anakku”

Selama tiga hari Asna melayani segala apa yang dibutuhkan Anastia di rumah sakit. Hingga akhirnya pada hari keempat Asna tidak lagi pergi ke rumah sakit, hanya Nia saja yang selalu datang untuk membantu makan dan mengupaskan buah untuk Anasti.Walaupun tiap kali datang Nia selalu mendapat kata-kata pedas. Nia hanya menangis, namun menyembunyikan tangis sedihnya dari sang ibu. Karena jika dia menangis hanya akan menambah marah sang ibu.

Setelah satu minggu akhirnya Anastia diperbolehkan pulang dan menunggu apabila ada mata yang dapat di donor.Sudah beberapa hari Anastia tidak mendengar suara halus dari suaminya. Hingga akgirnya dia bertanya pada Nia:

“Kemana ayahmu itu, tumben sekali tidak ada suaranya?”

“Nia juga tidak tahu ma, setelah hari ketiga mama di rumah sakit ayah pergi dan tidak ada kabar”

“Baguslah, jadi tidak perlu repot-repot untuk mengusirnya. Jika kamu juga mau pergi silahkan”

Nia menangis, entah sudah berapa banyak air mata yang dia keluarkan ketika semua usahanya dan kesabarannya untuk menunggu dianggap seorang anak dan untuk ayahnya diterima sebagai seorang suami oleh ibunya tak kunjung tiba.Namun dengan sabar Nia tetap menemani ibunya dan membantu mengurusi pekerjaan rumah, walaupun telah ada seorang pembantu disitu.

Hingga akhirnya setelah menunggu selama satu bulan ada mata yang dapat di donorkan untuk Anasta. Betapa girangnya Anastia saat itu mendengar dia akan segera dioperasi untuk memasang mata barunya. Sudah tidak sabar dia untuk kembali kepada dunianya yang hampir selama satu bulan dia tinggalkan. Dia tidak tahu darimana asal mata tersebut, yang dia tahu adalah dia akan segera kembali dapat melihat. Walaupun dia juga sempat heran, karena sang pendonor atau keluarga pendonor tidak meminta bayaran sepeser pun. Ah, mungkin penilik mata ini sudah meninggal sehingga sekarang hanya perlu membayar biaya opersi, pikir Anastia.

Setelah operasi berhasil dan sembuh, maka Anastia pun kembali padadunianya dulu. Pergi ke mol, café, dugem, kencan dengan pria lain dan sebagainya. Sedangkan Nia setelah ibunya sembuh malah semakin menderita, dia sering disuruh-suruh bak pembantu, dan sering dikatai kata-kata kasar. Dengan kesabaran Nia tetap tinggal pada ibunya, karena begitu cintanya dia pada ibunya walaupun selama ini apa yang Nia dapat sangat jauh dan bertolak belakang dari apa yang dia harapkan.

Suatu pagi setelah lima tahun berlalu dengan umur Nia yang sekarang hampir 13 tahun Anastia duduk di halaman. Di depan gerbang rumahnya tampak seorang bapak-bapak berpakaian usang dengan biolanya memainkan sebuah musik klasik.Ketika mendengar musik itu Anastia seolah menjadi tenang dan damai.Dia lalu menyuruh pembantunya untuk memberi makan padanya.Begitulah tiap pagi pemain biola tersebut datang dengan topi besarnya dan pakaian lusuhnya.

Nia ketika mendengar musik itu selalu menangis dan mulai sejak saat itu dia meminta ijin ibunya agar dia saja yang memberi makan pemain biola tersebut.Begitulah setiap hari hingga Anastia harus pergi ke rumah sakit karena ginjalnya mengalami gangguan dan harus menerima kenyataan bahwa dia harus cuci darah tiap bulan sekali.

Setelah beberapa bulan Nia menemani sang ibu dengan cintanya, akhirnya Nia pun tidak lagi diketahui keberadaannya oleh ibunya setelah beberapa hari yang lalu pamit pergi ke pasar.Sedikit ada yang lega dalam hati Anastia ketika Nia pergi, walaupun kini berkurang orang yang disuruh-suruh.

Beberapa hari setelahnya Anastia mendapat telepon dari rumah sakit bahwa ada orang yang bersedia mendonorkan satu ginjanya untuk Anastia.Setelah dilakukan beberapa tes akhirnya operasi penanaman ginjal dalam tubuh Anastia pun berhasil.

Sekarang hidup Anastia bebas tanpa ada suami yang dia benci dan juga Nia yang tidak dia sukai, walaupun dalam hati dia merasa ada sedikit yang hilang hidup tanpa mereka.Namun masa bodoh itulah pikiran Anastia karena dia sekarang dapat hidup bebas tanpa ada yang mengganggu.

Selang satu tahun pada saat hari ulang tahunnya Anastia mengadakan pesta besar yang dihadiri oleh kekasih barunya dan teman-temannya. Pagi hari setelah hari ulang tahunnya dia tidak lagi dapat mendengar lagi permainan biola dari orang yang bisanya bermain biola dengan musik klasiknya di depan gerbang rumah karena kabarnya orang tersebut telah meninggla dunia sebulan lalu.Entah mengapa akhir-akhir ini Anastia merasa seolah kehilangan sesuatu yang sangat besar dalam hidupnya.

Hari kedua setelah hari ulang tahunnya Anastia mendapatkan sebuah paket yang ternyata isinya merupakan kotak kado dengan hiasan pita berwarna ungu yang merupakan warna kesukaannya.Dia bertanya-tanya dalam hati dari siapakah gerangan kado ini.Di dalam kotak tersebut terdapat sebuah kotak lagi yang setelah dia buka berisi sebuah liontin berbentuk hati.Belum sempat Anastia membuka liontin tersebut dia tertarik pada kertas pembungkus kado yang bergambar Hello Kitty. Di sisi lain kertas kado terdapat sebuah tulisan yang agaknya tidak asing baginya.Pelan-pelan Anastia menguraikan kertas yang berlipat kusut karena digunakan untuk membungkus kado.Denga konsentrasi dia mulai membaca dalam hati.

“Dear Mama"

Ma sebelumnya maafkan Nia tidak dapat hadir dalam pesta hari ulang tahun mama. Nia takut jika nanti hanya akan merusak hari indah mama.Niajuga tidak mau bertemu dengan kekasih baru mama, Nia takut jika nanti Nia tidak bisa terima ma.Nia bersyukur punya mama cantik seperti mama, jika bisa Nia ingin sekali dianggap sebagai layaknya seorang anak pada umumnya ma.Nia melihat anak seumuran Nia yang jalan-jalan dengan ibunya ketika di pasar, melihat keluarga berekreasi.Namun Nia tidak begitu berharap ma, karena menjadi anak mama sudah cukup bagi Nia.Ada satu hal yang sangat Nia harapkan sejak dulu dari mama, Nia ingin melihat mama dapat baik pada papa.Nia juga sudah bertemu papa ma setelah papa menghilang.Dan tahukah mama dimana Nia bertemu papa pertama kalinya setelah papa menghilang? Nia bertemu di depan gerbang ketika Nia memberi makan pemain biola itu ma. Dia adalah papa.Nia sedih melihat keadaan papa, saat Nia bertanya mengapa, papa hanya menunduk dan bilang bahwa papa ingin selalu dapat mendengar mama dan Nia baik-baik saja karena papa tidak dapat melihat mama lagi.Papa bilang mendengar suara mama saja sudah cukup mengobati rindu untuk mama.Papa pergi untuk mama, agar mama tidak malu lagi pada teman-teman mama.Hingga akhirnya papa sakit serius dan harus dibawa ke rumah sakit. Nia tidak mengira ternyata pada saat yang sama mama juga sakit dan harus operasi lagi.Nia dengar mama sakit ginjal dan harus mendapatkan ginjal baru, sedangkan papa juga sakit yang membutuhkan biaya besar.Nia bingung waktu itu harus bagaimana.Harus mencarikan uang untuk papa atau menemani mama.Jadi Nia memberikan satu ginjal Nia untuk mama sebagai terimakasih dan maaf karena Nia sampai saat ini keberadaan Nia tidak dapat membuat mama hidup bahagia.Uang pemberian dokter dari ginjal Nia tidak Nia pakai untuk jajan ma tenang, tapi Nia pakai untuk membiayai papa walau akhirnya papa meninggal satu bulan yang lalu.Nia sangat sedih ditinggal papa, kadang Nia sangat rindu dan sangat sesak ketika mengingat papa.Satu lagi ma, papa berpesan agar menjaga matanya, begitu juga Nia ma, tolong jaga ginjal Nia agar mama tetap sehat sampai tua.Katanya papa ingin tetap melihat mama sehat walaupun itu dari surga.Sudah ya ma, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan tercapai semua keinginan mama. Nia sekali lagi juga harus minta maaf jika Nia tidak dapat lagi tinggal dengan mama, Nia sekarang bekerja di agen koran untuk makan sehari-hari. Nia masih ingin melihat mama, dan Nia sangat berharap saat bertemu mama dapat menerima Nia dan dapat melakukan hal yang tidak pernah Nia terima sejak kecil.Nia sangat ingin pelukan mama, Nia saying mama”.


Salam Sayang

Nia

Serasa berhenti nafas Anastia membaca surat dari buah hatinya. Jantung Anastia bergemuruh luar biasa.Air matanya seakan tidak dapat lagi terbendung, terus mengalir dan mengalir seolah tidak mau berhenti. Teringat lima belas tahun yang lalu dimana semua kebencian berkumpul jadi satu. Teringat bagaimana wajah Asna suaminya ketika membangunkan Anastia tidur, ketika membuatkan sarapan, ketika menasihati.Satu yang tidak pernah dia sadari selama ini, cinta tulus suaminya yang tak berbalas darinya.Kata-kata halus itu yang dulu tidak ingin dia dengar sekarang jadi rindu dan sangat berharap untuk dapat mendengarnya lagi walaupun selamanya dia terus mendengar tanpa henti.Dia mengira suaminya pergi dari rumah karena memang sudah tidak betah lagi, ternyata?Ternyata suaminya pergi untuk terus membuktikan cinta padanya, dia terus mencintai dan terus membuktikan, dia terus mencoba membahagiakan. Oh, apakah aku ini Tuhan, ratap Anastia. Bola mata ini ternyata milik suamiku. Teringat dia kata-katanya pada suaminya saat terakhir dia bertemu:

“Seandainya aku tidak menikah dengan kamu maka aku sudah hidup bahagia dan tidak perlu menderita seperti ini.Sekarang aku buta, kamu puas? Aku tidak bisa lagi pergi kemana-mana lagi, dan semua temanku pasti akan menghinaku, kenapa kamu lakukan itu? Aku ingin melihat lagi aku tidak mau tahu, kamu harus mencari mata, karena hanya dengan itu aku bisa hidup bahagia.”

Betapa menyesalnya Anastia ketika teringat kata-kata yang dia ucapkan saat itu.Dia tidak hanya buta mata, tetapi buta hati saat itu.Dia masih tetap tidak melihat cinta yang suaminya coba nyatakan padanya. Terlebih ketika dia membaca surat Nia bagaimana suaminya merindukan dirinya, bagaimana suaminya berusaha menjaga reputasinya, dan bagaimana suaminya mencoba tetap memberikan kebahagiaan lewat biola tuanya. Seakan membeku tangan dan pikiran Anastia saat itu. Oh suamiku maafkan aku, ratap Anastia.

“Nia” ucap Anastia.

“Aku harus menemui Nia dan mencoba menebus semua kesalahanku padanya dan ayahnya”

Anastia dengan gundah pergi mencari seluruh agen koran dan berusaha mencari-cari nama anaknya Nia. Hingga akhirnya setelah setengah hari mencari Anastia menemukan agen yang pada agen tersebut terdapat Nia dengan ciri-ciri yang sama seperti yang ia sebutkan. Sedikit ada rasa lega dalam hati ketika mendengar hal tersebut. Dia bertanya pada orang disitu apa pekerjaan Nia, ternyata Nia bekerja sebagai seorang penjual Koran di pinggir-pinggir jalan. Deg jantung Anastia, jadi selama pergi dari rumah dia rela membakar kulitnya untuk menjual koran?

Setelah itu Anastia jadi tidak sabar untuk menemui anak semata wayangnya.Dia meminta petunjuk dimana dia dapat menemukan Nia. Setelah dikasih tahu akhirnya Anastia pergi ke sebuah perempatan dimana kata orang disitu tempat Nia menjajakan koran. Setelah hampir sampai perempatan yang ditunjuk dia melihat suatu keanehan banyak orang berduyun-duyun ke tempat dimana akan menjadi tujuan Anastia. Anastia menjadi heran bersamaan dengan gugup. Setelah sampai dia membelah kerumunan dan sangat kaget dengan apa yang dilihatnya seolah tidak percaya:

“NIIIIAAAA, ya ampun Niiiiiiaaaaaaaa, kenapa kamu sayang Nia”

Dipeluknya Nia yang bersimbah darah sekujur tubuhnya dengan koran yang juga terkena darah yang masih dipeluk tubuh kecilnya. Tas usang yang berisi tabloid usang pun tak luput dari darah yang mengalir dari sekujur tubuhnya. Sambil menangis dan meminta pertolongan Anastia tarus memeluk tubuh Nia dengan erat sambil sesekali terdengar kata maaf dari mulutnya.

“Maafkan mama sayang” isaknya sejadi-jadinya.

Anastia mengusap keringat bercampur darah dalam tubuh Nia.

“Maafkan mama sayang” dipeluk dan diciumnya Nia tak peduli dengan darah dalam wajahnya.

Dalam wajah pucatnya yang penuh darah Nia membuka sedikit matanya dan menatap sang mama. Setelah beberapa detik Nia menangis dan berkata sambil terbata:

“Te… te.. ter.. terima.. kasih m…mmaa, mmma aau me.. mee lukk Nii.. aa. Maaf..in Nia, Nii..aadan aa..yahsayang ma…maa”

Seperti buluh yang terkulai terkena angin, wajah Nia tertunduk dalam peluk ibunya dengan meninggalkan sedikit senyum pada ibunya. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya Anastia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Nia semakin erat dan erat. Memberikan pelukan yang tidak pernah diterima sang buah hati sejak kecil, memberikan ciuman yang tulus disaat terakhir. Di dalam hati sambil berdoa Anastia memohon maaf pada Nia dan suaminya yang selama ini disakitinya. Kulit Nia yang dulu putih bersih terlihat hitam dan lembab darah, namun kecantikan hatinya mampu meluluhkan hati sang ibu dengan bagaimana dia berkorban dan berjuang untuk mendapatkan kasih saying dan kesadaran sang ibu akan keberadaannya di dunia ini.

Nia ditidurkan di samping sang ayah yang juga telah memberikan cinta terbaik pada sang istri dan anak. Lembab air mata dan tanah wajah Anastia tersungkur di depan petiduran kedua orang yang mencintainya selama hidupnya dan yang tidak menerima cinta selama hidup mereka darinya. Nia menjadi teringat akan liontin hadiah dari Nia. Dibukannya lionti hati tersebut disitu terdapat gambar tiga wajah dari pensil dan masing-masing bertuliskan mama,Nia, papa. Digenggamnya erat-erat liontin tersebut sambil terus mengucurkan air mata.

Selama berhari-hari dan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun Nia dirundung sedih setelah dengan apa yang terjadi padanya. Dia memutuskan sang kekasih barunya demi putri dan suaminya yang sekarang hanya bisa melihat Anastia dari surga. Sehari-hari dia hanya bisa memeluk bantal kesayangan Nia dan memakai baju tidur kesukaan suaminya. Setelah ditinggal sang suami Anastia tidak berharap adanya pendamping hidup yang lain. Dia sekarang telah menerima suaminya, walaupun dalam kenyataan sang suami sudah tiada.Hal yang sekarang membahagiakannya adalah mengingat dan mengenang masa-masa ketika dia suaminya dan anaknya ketika masih menjadi satu.Ada penyesalan ketika dia tidak bisa menjalankan perannya sebagai seorang istri ketika dia dibutuhkan. Dan ketika sadar semua telah terlambat, namun ada satu yang dia ingin nyatakan pada putri dan suaminya bahwa dia akan menjaga sebaik-baiknya semua dari mereka baik tubuh maupun cinta yang mereka berikan.


“Suamiku maafkan aku, Nia maafkan ibu. Sekarang ibu sadar dan tahu ibu telah mencintai kalian, tunggu ibu”.